Cara memilih kemasanatau pembungkus  produk yang baik sangatlah penting untuk diketahui penjual. Ada kriteria dan alasan kenapa sebuah produk perlu dikemas atau dibungkus dengan plastik atau kertas.

Akibat yang ditimbulkan ketika kita salah dalam memilih kemasan atau pembungkus produk.

  1. Kerusakan produk

Akibat paling nyata ketika kita salah dalam memilih kemasan adalah produk menjadi rusak. Jika kemasan (packaging) primer atau sekunder tidak cukup tahan dengan kondisi selama distribusi, maka produk akan sampai di tujuan dengan kondisi yang tidak optimal. Hal ini bisa merugikan produsen (penjual) karena harus mengeluarkan biaya kompensasi, refund atau diskon produk sehingga produk tersebut dapat terjual.

  1. Kerusakan kemasan/pembungkus

Kemasan atau pembungkus produk yang rusak juga akan fatal akibatnya. Konsumen yang membeli produk dan menemukan kemasan produknya rusak, biasanya tidak akan melakukan repeat order. Mereka khawatir bahwa produk juga akan menjadi rusak ketika kemasan atau pembungkusnya rusak.. Survey yang dilakukan Smithers menunjukkan bahwa 58% konsumen batal membeli produk apabila melihat kemasannya atau pembungkusnya dalam keadaan rusak. Jadi, efek sampingmya adalah angka penjualan dapat menjadi menurun karena pengaruh kemasan yang rusak.

  1. Rusaknya reputasi brand

Selain dampak penurunan penjualan atau munculnya biaya kompensasi, kerusakan kemasan/pembungkus  juga berdampak pada reputasi brand. Hal ini terjadi utamanya pada produk mewah (luxury goods). Pembeli produk mewah tersebut punya ekspektasi yang cukup tinggi karena mereka telah membayar dengan harga yang mahal. Akibat kita salah dalam memilih kemasan/pembungkus bisa jadi mereka tidak akan merekomendasikan brand kita kepada teman-teman mereka.

  1. Angka penjualan menurun

Produsen atau penjual harus aware (sadar) dengan ekspektasi konsumen terkait dengan desain, kualitas dan brand kemasan. Di pasar yang kompetitif, brand dan packaging produk kita punya impact nyata dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk atau tidak.

Ada beberapa kriteria dalam memilih kemasan yang baik.

Jenis bahan kemasan atau pembungkus untuk produk itu ada beberapa macam. Bahan utamanya adalah bahan plastik, kertas, aluminium foil dan kombinasi. Kita harus memilih material kemasan atau pembungkus dengan bijak agar benar-benar tepat dengan produk yang dikemas.

 

Untuk membantu dalam memilih jenis kemasan yang baik, berikut ini ada beberapa tips dan kriteria memilih kemasan produk yang baik:

  1. Ukuran kemasan/pembungkus

Kriteria pertama untuk menentukan jenis kemasan atau pembungkus yang ideal adalah ukuran produk yang dikemas. Hitung, berapa berat produk yang akan dipasarkan. Jumlah berat ini akan menentukan ukuran dan spesifikasi kemasan/pembungkus yang ideal. Cara paling mudah dalam menentukan ukuran kemasan/pembungkus adalah dengan memastikan produk terbungkus dengan sempurna dan daya tahan selama pengiriman tidak merusak isinya. Selain itu, jangan membeli kemasan/pembungkus yang ukurannya terlalu besar karena akan pemborosan. Tidak dianjurkan juga untuk memilih kemasan yang ukurannya terlalu kecil. Akibatnya, produk akan menekan kemasan berlebihan dan bisa merusak kemasan/pembungkus.

  1. Fitur kemasan

Kriteria dalam memilih kemasan produk yang baik adalah fitur kemasan yang ditawarkan penjual. Pemilihan fitur ini wajib dilakukan dengan cermat supaya produk yang dikemas tetap terjaga kualitasnya. Fitur yang dimaksud disini adalah:

 

  • Zip lock (segel)
  • One way valve
  • Vacuum
  • Window pack

Jika kita menggunakan kemasan/pembungkus tanpa segel maka fitur kemasan bisa diabaikan. Kita dapat lebih fokus pada material kemasannya saja.

  1. Material atau bahan kemasan/pembungkus

Material kemasan/pembungkus juga penting untuk diperhatikan karena sangat mempengaruhi kualitas produk yang dikemas.

Ketika kita memilih kemasan atau pembungkus produk dengan bahan kertas dengan alasan adalah kemampuannya melindungi produk, mengurangi limbah karena organik (ramah lingkungan) dan dapat diolah kembali. Material kemasan dari kertas bukan pilihan buruk untuk mengemas produk yang kadaluarsanya pendek. Sementara itu, alasan orang memilih kemasan plastik adalah awet dan harganya yang murah. Beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih kemasan adalah bahan kemasan yang mampu melindungi isi, bahan kemasan tidak berbau, bahan kemasan bersifat inert (tidak bereaksi dengan isi), kemasan terbuat dari bahan yang aman (food grade), sifat dan karakteristik bahan kemasan sesuai dengan produk yang dikemas, bahan kemasan mudah didapat, dan harganya murah.

  1. Harga kemasan/pembungkus

Kemasan untuk produk kopi cukup banyak variasinya. Anda perlu menimbang kriteria di atas dan anggaran (budget) anda. Variasi harga jual kemasan bergantung pada bahan, fitur, ongkir dan ukuran. Sesuaikan dengan modal yang tersedia dan pastikan penggunaan kemasan tersebut sesuai dengan bahan/produk yang dikemas.

  1. Bentuk dan desain kemasan/pembungkus

Kriteria memilih jenis kemasan/pembungkus yang baik adalah dengan menyesuaikan dengan produk yang dikemas. Maksudnya adalah bentuk dan desain kemasan bisa mencerminkan kualitas produk yang dikemas. Perhatikan saja kemasan Le minerale dan Aqua. Berbeda bukan? Lebih ergonomis mana ketika digenggam?

Jika kita menjual minuman instan yang berbentuk serbuk dalam kemasan sachet, maka kita gunakan jenis kemasan aluminium foil roll.

Bentuk dan desain kemasan perlu disesuaikan karakter produk yang dijual. Harapannya, janji yang muncul melalui brand dapat diterima dan sesuai dengan ekspektasi konsumen.

  1. Penyimpanan dan distribusi produk

Pemahaman yang benar tentang perjalanan produk mulai dari produksi hingga penyimpanan dan distribusi akan membantu dalam pemilihan kemasan (packaging) yang baik. Kita perlu menghitung jarak tempuh, moda transportasi untuk pengiriman, kondisi penyimpanan selama pengiriman, dll untuk memastikan produk dalam kondisi terbaik di tangan konsumen.

Kemasan/pembungkus yang dipilih dengan seksama akan melindungi produk dagang sekaligus menjadikan tampilannya menarik.

Kemasan/pembungkus produk memang cukup bervariasi, sehingga pemilihannya tidak bisa sembarangan. Pasalnya, setiap jenis kemasan/pembungkus memiliki kelebihan dan kekurangan.

Saat ini PT. KMM menyediakan berbagai macam jenis mesin sealer yang Anda butuhkan. Pastikan terlebih dahulu produk atau materi apa yang akan Anda kemas dan skala produksi yang ingin Anda capai. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memilih jenis mesin yang tepat. Kesalahan dalam memilih atau ketidaktahuan tentang fungsi dan manfaat mesin yang digunakan akan membuat perputaran roda usaha Anda akan terganggu. Jadi pelajari kebutuhan Anda, dan tentukan pilihan mesin yang akan Anda gunakan.  Silakan kunjungi website kami https://karyamandirimachinery.co.id untuk mengetahui lebih detail mengenai mesin mesin tersebut dan memesannya sesuai dengan kebutuhan usaha Anda.

Salam Sukses.